Minggu, 22 Januari 2023

 


Pengalaman saya semasa sekolah di SMA yaitu ketika sya berada di kelas XI semester Ganjil, saat itu saya sudah mulai termotivasi untuk mengikuti kegiatan lomba tingkat SMA. Mata pelajaran yang sangat saya minati semasa saya sekolah adalah mata pelajaran Biologi, pada mata pelajaran biologi saya menyukai gambar-gambar tanaman, hewan dan gambar mikroorganisme yang cantik dan unik. Saya semakin tertarik dengan pelajaran biologi apabila dikaitkan dengan kekuasaan ciptaan Allah yang luar biasa ini. Saya memberanikan diri mengikuti kegiatan lomba dengan teman-teman tim Olimpiade Biologi dan para Guru Biologi. Saya pernah mengikuti Olimpiade Biologi yang diadakan oleh HMJ Biologi FMIPA UNM yaitu Biologi Open Day yang bertempat di Gedung UNM Parang Tambung. Saat mengikuti Olimpiade di UNM saya melihat banyak jenis dan karakteristik siswa yang pintar dan hebat-hebat. Terbersit rasa tidak percaya dalam diri setelah melihat orang-orang yang mengikuti kegiatan Olimpiade tersebut.

Saya juga melihat banyak kakak-kakak Mahasiswa yang menjadi LO pada kegiatan tersebut yang membuat saya bersemangat dan memiliki impian kelak akan menjadi seperti mereka. Para panitia LO dan  panitia lomba BODY pada saat itu banyak memberikan saya motivasi diri dan semangat dalam menjalankan masa-masa di sekolah dan nantinya melanjutkan studi ke tingkat Perguruan Tinggi seperti mereka. Dari pengalaman tersebut saya termotivasi dan bertekad bahwa saya juga harus melanjutkan studi saya ke tingkat Universitas, saat itu saya sudah menemukan jurusan apa yang akan saya pilih nantinya, dan pilihan saya jatuh pada jurusan biologi.

Perasaan positif yang timbul saat saya mengingat kembali pengalaman saya semasa sekolah ialah saya kembali mengingat bahwa perjalanan saya sudah jauh, dan telah banyak suka duka yang telah saya lalui hingga saya sampai pada titik ini. Alhamdulillah saya telah menyelesaikan studi S1 saya di jurusan Biologi yang merupakan mimpi awal saya saat saya duduk di bangku SMA, dan saat ini saya sedang menjalani PPG PRAJABATAN yang dimana saya disini menempuh pendiidkan untuk memantaskan diri sebagai Guru Profesional. Ketika saya mengingat kembali impian kecil saya semasa SMA yang Alhamdulillah sudah terwujud dan perlahan menuju pencapaian impian saya selanjutnya yaitu menjadi seorang guru. Ketika saya mengalami masa down saat ini dalam menggapai impian saya selanjutnya, saya mengingat kembali suka duka yang telah saya lalui sejak SMA hingga mampu menyelesaikan S1 saya di jurusan Biologi sehingga dengan mengingat momen perjuangan saya tersebut saya kembali bersemangat dan termotivasi dalam menyelesaikan apa yang telah saya mulai dan mewujdkan apa mimpi saya selanjutnya.

Manfaat yang bisa saya petik dan membawa hal positif bagi diri saya hingga saat ini adalah salah satunya salah memiliki mindset yang positif terhadap setiap tantangan yang saya hadapi saat ini dan untuk kedepannya. Setiap tantangan yang saya hadapi di masa lalu dan saat ini saya jdikan sebagai bagian dari perjalanan perjuangan yang sedang dijalani, jatuh bangun menuju apa yang saya impikan bukan sebagai bentuk bahwa saya tidak mampu tetapi sebagai suatu pengalaman yang luar biasa untuk saya bahwa saya pasti bisa melewatinya dan dapat menjadi penguat saya dan menyadari bahwa saya bisa menjadi lebih baik dan melewati setiap tantangan yang saya dapatkan.


Ide kreatif dan tindakan yang akan saya lakukan kedepannya adalah membentuk suatu kelompok belajar yang dimana pelajarnya adalah anak-anak yang berusia 3 sampai 10 tahun yang berada di lokasi atau lingkungan yang kurang kondusif dalam mengikuti proses pembelajaran secara formal, misalnya pada lokasi pemukiman para pemulung yang ada di pinggiran kota Makassar, selain memberikan pengajaran secara gratis saya juga ingin memberikan fasilitas buku-buku pembelajaran secara gratis. Tindakan tersebut merupakan impian saya sejak saya berada di bangku kuliah lebih tepatnya pada saat saya semester 1.


Yang menjadi tantangan saya dalam mewujudkan ide kreatif saya tersebut adalah ketika saya mendapati kesulitan dalam mengumpulkan teman-teman yang ingin berpartisipasi secara serius dan berkomitmen dalam menjalankan tindakan atau ide saya tersebut. Saya juga harus memastikan bahwa program akan saya lakukan ini akan memberikan keuntungan dan dapat disambut dengan baik oleh lingkungan masyarakat dan anak-anak yang akan menjadi target pelajar dalam program tersebut.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang saya lakukan dalam hal berbagi kepada siapa saja dan kapan saja yang lebih terkhusus pada memberikan pembelajaran gratis kepada anak-anak usia dini yang menurut saya hal tersbeut sangat positif bagi saya, dengan membentuk suatu kegiatan yang nantinya akan berdampak dengan memberikan pengajaran kepada anak-anak dan membuat anak-anak juga ikut bersemangat dan termotivasi dalam menempuh pendidikannya, hal tersebut dapat memberikan dampak yang positif untuk lingkungan, diri saya sendiri dan untuk anak-anak calon pelajar nantinya. Dengan mengadakan kegiatan yang bermanfaat dan membawa kebaikan untuk orang banyak saya rasa hal tersebut perlu dilestarikan.

Proses pembelajaran dengan fasilitas seadanya dan dengan sarana prasarana seadanya membuat proses pembelajaran lebih bermakna dengan penuh kesederhanaan dan konstektual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

Mata kuliah Projek Kepemimpinan menekankan pentingnya kepemimpinan untuk membangun dan memelihara hubungan yang saling menghargai dan membantu dalam mencapai tujuan bersama. Dengan menangkap hal yang positif, kita dapat menghadirkan kepemimpinan yang konstruktif, yaitu kepemimpinan yang berfokus pada peningkatan kemampuan, penguasaan pribadi, dan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, membangun suasana yang positif adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dalam projek.




KONEKSI ANTAR MATERI-Pendidikan dan Nilai Sosial Budaya

“Pendidikan diartikan sebagai tuntutan dalam hidup tumbuhnya anak-anak; menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”

(Ki Hajar Dewantara)

     

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

        Haii Sobat PPG Prajabatan Gelombang 2 dan teman-teman diseluruh Indonesia. Perkenalkan saya St.Khumaerah salah satu Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 dari Universitas Negeri Makassar. Tulisan ini sebagai salah satu bentuk dalam memenuhi tugas Mata Kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia pada TOPIK 2. Silahkan teman-teman membaca dan memahami apa saja pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Refleksi dari pengetahuan dan pengalaman saya setelah mempelajari materi ini. :) 

        Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan, adalah kodrat keadaan yang terdiri dari kodrat alam dan jaman. Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama” . Kedua kodrat ini berkaitan dengan dengan nilai-nilai dan sifat-sifat kemanusiaan peserta didik”. Ki Hajar Dewantara hendak mengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya melihat kodrat diri anak dengan selalu berhubungan dengan kodrat zaman. Bila melihat dari kodrat zaman saat ini, pendidikan global menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki keterampilan abad 21 dengan melihat kodrat anak indonesia sesungguhnya. Ki Hajar Dewantara mengingatkan juga bahwa pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal budaya indonesia. Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh Ki Hajar Dewantara adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ki Hajar Dewantara menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri.

        Dalam dunia pendidikan semboyang “ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. di depan memberi contoh atau menjadi panutan, di tengah membangun semangat atau ide, dari belakang memberikan dorongan. seorang guru harus memberikan contoh atau teladan yang baik kepada peserta didik, sesama guru dan seluruh warga sekolah dan masyarakat pada umumnya. dari tengah seorang pendidik harus mampu membangun semangat, menciptakan ide atau berkarya dan berinovasi di lingkungan tempat kerjanya atau di tempat tinggalnya. selanjutnya dari belakang, seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan, motivasi, arahan dan penyemangat kepada seluruh warga sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya. konsep selanjutnya adalah sekolah itu dijadikan sebagai taman siswa; artinya sekolah tersebut harus bisa membuat rasa aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik, mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik tersebut, menjadikan sekolah itu sebagai rumah kedua mereka dan gurunya adalah orang tua kedua mereka selama berada disekolah dan teman-temannya adalah sebagai saudaranya atau mereke adalah kakak beradik.

        Selanjutnya konsep pemikiran selanjutnya adalah; asas Tri – Kon; yaitu Kontinuitas artinya kita harus bergerak dan berpikir maju ke depan tanpa melupakan sejarah dan tidak boleh lupa akan akar nilai budaya yang hakiki yang dimiliki oleh bangsa indonesia. Sebagai seorang pendidik harus memperkenalkan sejarah dan budaya bangsa indonesia, kita perlu belajar dari sejarah untuk kemajuan pendidikan indonesia dimasa yang akan datang dan tumbuh kembangnya peserta didik dimasa yang akan datang. Konvergensi, artinya pendidikan itu harus berasaskan memanusiakan manusia dan memperkuat nilai kemanusiaan. Seorang pendidik dan seluruh warga sekolah harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik sehingga melahirkan peserta didik yang pemikirannya penuh dengan kebijaksanaan dalam menyikapi kehidupan dimasa yang akan datang. Konsentris. Pendidikan harus menghargai keragaman dan memerdekakan pembelajaran, setiap peserta didik memiliki keunikan masing-masing. Setiap peserta didik memiliki potensi yang mereka bawa sejak lahir. Seorang pendidik dan seluruh warga sekolah harus mampu mengidentifikasi dan membaca keunikan dan potensi tersebut, sehingga murid dapat merasakan konsep merdeka belajar.    

        Konsep pemikiran selanjutnya adalah, dalam melakukan prinsip perubahan adalah budi pekerti: budi itu mencakup cipta, rasa dan karsa. Dalam mengolah cipta atau pikiran untuk menajamkan pikiran. Diharapkan kepada peserta didik untuk menfungsikan akal dan pikirannya, memiliki mimpi, harapan dan cita-cita, berpikir untuk selalu berbuat yang terbaik dan memberikan manfaat kepada orang lain dalam mengolah rasa atau perasaan untuk menghaluskan rasa. Seorang pendidik harus mampu menumbuhkan sikap empati, simpati atau peduli kepada peserta didik dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengolah karsa atau kemauan untuk memperkuat semangat atau kemauan. Diharapkan kepada peserta didik untuk selalu memiliki semangat juang dalam belajar, berkarya, berkreasi dan berinovasi dalam mencapai cita- citanya untuk kehidupannya dimasa yang akan datang.

        Selanjutnya pekerti atau tenaga, dengan olah raga/olah tenaga untuk memperkuat jasmani. Sehingga peserta didik dalam mengikuti pembelajaran sudah siap lahir dan bathin sudah sehat dan siap jasmani dan rohaninya. Konsep selanjutnya yaitu; Dalam proses ‘menuntun’ anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Dengan tetap mengedepankan sikap, perilaku dan karakter yang mencerminkan sebagai seorang peserta didik dengan nilai-nilai dan sifat-sifat kemanusiaan yang dimilikinya.

        Konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara sangat menginspirasi dan menambah wawasan pengetahuan dan semangat saya untuk segera melakukan perubahan dan mengimplementasikannya dalam ekhidupan sehari-hari khususnya di lingkungan sekolah. Kegiatan yang akan dilakukan agar proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat terwujud dengan menerapkan merdeka belajar, kemerdekaan belajar yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk senyaman mungkin dalam suasana bahagia tanpa adanya rasa tertekan. Merdeka belajar yang berorientasi dan berpusat kepada peserta didik dengan pendekatan pendidikan yang holistik.  

        Guru adalah profesi yang sangat mulia yang memiliki keunikan dan tantangan tersendiri dalam mengembang tugas dan Amanah sebagai seorang guru. Menjadi sosok seorang guru adalah anugrah yang sangat terindah bagi saya. Sebagai seorang guru terkadang memiliki perlakuan kepada peserta didik dengan tuntutan tugas, nilai dan lebih berfokus kepada intelektual atau kognitifnya saja, sehingga terkadang peserta didik tidak memiliki kebebasan bahkan tertekan dengan segala pola pembelajaran yang membuat mereka tidak berkembang sesuai dnegan kodrat dan segala potensi yang dimilikinya. Peserta didik yang memperoleh tekanan dan tidak memiliki kebebasan tidak bersemangat atau kurang berminat pada pelajaran yang sedang dipelajari sehingga kurang bersemangat dalam melakukan sesuatu yang lebih menantang karena adanya Batasan, dan aturan yang membuat peserta didik menjadi malas dan tertekan. Kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menerapkan pola pembelajaran yang kreatif, inovatif, menyenangkan dan menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.

        Dalam proses pembelajaran seorang guru harus terus belajar, mengembangkan diri dan mengasah kompetensinya dengan berbagai hal, baik secara individu, komunitas pembelajar ataupun memanfaatkan teknologi dan informasi serta mengikuti program yang telah dirilis oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Proses Pendidikan Profesi Keguruan, khususnya pada modul 1.1 kegiatan pembelajarannya difokuskan kepada Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, sebagai bapak Pendidikan Indonesia yang mempelopori cikal bakal kemerdekaan pendidikan di Indonesia yang telah berhasil mendirikan sebuah lembaga pendidikan yaitu “Perguruan Taman Siswa”.